Mengurangi Angka Kejahatan Korupsi, ini dia 5 Tips nya

velg mobil
velg mobil
velg mobil

Menurut velg mobil korupsi bukanlah urusan yang baru di negeri ini. Mulai dari rakyat kecil, kepala desa, wakil rakyat, pejabat Negara bahkan sampai tingkat yang lebih tinggi mengenal apa tersebut korupsi. Betapa tidak, korupsi sudah menjadi santapan sehari hari mereka, walaupun “mungkin” tidak semuanya terlibat.

Bahkan pada ketika zaman Rasulullah Saw pernah terjadi peristiwa korupsi. Pada saat tersebut korupsi familiar dengan kata “Ghulul” atau penggelapan. Ada satu peristiwa menimpa seorang budak mempunyai nama Mid’am atau Kirkirah. Dia seorang budak yang dihadiahkan guna Nabi SAW. Kemudian, Nabi SAW mengutusnya guna membawakan sebanyak harta ghanmah atau hasil rampasan perang. Dalam suatu perjalanan, tepatnya di wdil qur, tiba-tiba Mid’am atau Kirkirah, seorang budak tersebut terkena bidikan nyasar, salah tembak, suatu anak panah menusuk lehernya sampai-sampai dia tewas. Para kawan Nabi kaget. Mereka serentak mendoakan sang budak semoga masuk surga. Di luar dugaan, Rasulullah SAW tiba-tiba bersabda bahwa dia tidak bakal masuk surga.

“Tidak demi Allah, yang diriku sedang di tangan Nya, bahwasannya mantel yang diambilnya pada masa-masa penaklukan Khaibar dari rampasan perang yang belum dipecah akan menyulut api neraka yang bakal membakarnya. Ketika orang-orang mendengar pengakuan Rasulullah tersebut ada seorang pria datang untuk Rasulullah SAW membawa seutas tali sepatu atau dua utas tali sepatu. Ketika itu, Nabi SAW mengatakan: seutas tali sepatu sekalipun bakal menjadi api neraka.”

Pelajaran yang dapat diambil, korupsi suatu mantel dan seutas tali sepatu saja, sabda Nabi SAW, tentu akan masuk neraka. Jelaslah, korupsi yang terjadi pada hari ini, dengan modus dan jumlah yang paling besar, dan akibat yang paling luas, sistemik, dan terstruktur, bakal mendapatkan balasan yang lebih pedih lagi.

Korupsi belakangan ini sudah menjadi kegemaran sebagian besar wakil rakyat. Para pejabat tinggi DPR tidak sedikit yang tersandung permasalahan Korupsi jutaan, ratusan juta, sampai milyaran rupiah. Itu bukanlah urusan sepele untuk kita, bilamana uang yang mereka korup-kan kepunyaan mereka sendiri, tapi bila milik kita seluruh bangsa Indonesia, tentu urusan tersebut telah menjadi suatu kejahatan.

Bagaimana teknik atau tips supaya tidak terjadi durjana yang telah saya sampaikan diatas tidak terjadi? Tenang saya terdapat solusinya guna kalian guys, berikut terdapat 5 nilai nilai karakter yang mesti anda tanamkan semenjak dini untuk anak-anak supaya tidak mengerjakan korupsi.

Ada 5 nilai integritas yang berjuang ditanamkan pada generasi muda bangsa supaya mampu mengontrol dirinya guna tidak mengerjakan korupsi. Nah, di sinilah peran anda sebagai orang tua, keluarga, pengasuh, pendidik, dan semua pemerhati anak, guna menanamkan nilai-nilai tersebut semenjak anak kecil. Mari anda lihat cara-cara simpel yang dapat saya dan anda lakukan di lokasi tinggal dan sekolah.

1. KEJUJURAN
Ajari anak guna tidak mengambil milik orang lain, biasakan meminta izin sebelum meminjam. Tidak mencontek, tumbuhkan kehormatan hati saat ia sukses dengan upaya sendiri. Dapat pula anda tekankan untuk berbicara jujur dengan membudayakan anak bercerita secara terbuka, ajari mengakui kesalahannya, dan tidak jarang kali tepati janji pada anak. Dan berilah apresiasi dan rasa bangga untuk anak saat nilai ujian tersebut didapatkan dengan teknik tidak mencontek, urusan itu dilakukan supaya seorang anak termotivasi saat melakukan sebuah hal yang didapatkan dengan teknik tindakan jujur.

2. KESEDERHANAAN
Ajarkan anak merasa lumayan dengan apa yang dimiliki, masing-masing anak hendak membeli sesuatu ingatkan bahwa ia telah punya di rumah. Biasakan melakukan pembelian yang baru andai membutuhkan bukan menginginkan. Tekankan bahwa yang urgen bukan baru atau bagusnya tapi faedah dan manfaatnya.

3. KEBERANIAN
Keberanian dan keyakinan diri bisa dibangun dengan tidak mempedulikan anak berekplorasi dan belajar dari kesalahannya. Tanamkan nilai-nilai moral semenjak kecil dan ajak anak mengerjakan apa yang diyakininya sebagai sesuatu yang benar. Misalnya membela rekan yang diejek, berani menegur rekan yang melemparkan sampah sembarangan. Di samping itu dapat juga dengan menyuruh anak dengan mengekor arena permainan yang menajamkan keberanian anak semenjak usia dini.

4. RASA TANGGUNG JAWAB
Ajari anak mengenai konsekuensi, misalnya andai menumpahkan air maka mesti dilap, andai merusak mainan temannya maka mengupayakan memperbaiki, berani mengakui kesalahan. Dukung anak menuntaskan tugasnya. Misalnya merapikan tempat tidur, menggarap PR, memberi makan fauna peliharaan, dan sebagainya.

5. KEDISIPLINAN
Tumbuhkan disiplin dengan contoh, bukan paksaan, sebab kita hendak datang dari dirinya sendiri. Kebiasaan tepat waktu, melemparkan sampah pada tempatnya, mengekor peraturan di lokasi tinggal atau di sekolah ialah beberapa format disiplin yang dapat ditanamkan semenjak kecil. Kuncinya ialah contoh dan konsistensi.

Akhir kata ya guys, Ke lima nilai integritas ini usahakan ditanamkan sedini mungkin supaya anak menjadikannya sebagai kelaziman dan pandangan hidup. Di samping baik untuk membina karakter anak, pasti menjadi upaya kita pun untuk menangkal dan akhirnya meminimalisir tindak korupsi di dekat kita dan di masa yang bakal datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ˆ Back To Top